
IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Puskesmas Baru Tengah terus memperkuat komitmen dalam penanganan Tuberkulosis (TBC) melalui program kunjungan rumah kepada pasien.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penderita TBC mendapatkan pendampingan optimal dan menjalani pengobatan secara teratur hingga sembuh.
Perawat Penanggung Jawab Program TBC Puskesmas Baru Tengah, Didik Wijayanto, A.Md.Kep, mengatakan bahwa kunjungan rumah dilakukan kepada pasien yang sudah terdiagnosis TBC dan sedang menjalani terapi OAT (Obat Anti Tuberkulosis).
Saat ini, terdapat 18 pasien aktif yang masih rutin mengambil obat.
“Tujuan kunjungan rumah adalah memantau pasien agar teratur minum obat sesuai standar, melakukan investigasi kontak, serta melihat kondisi lingkungan rumah yang berpengaruh terhadap proses penyembuhan,” jelas Didik saat diwawancara, Minggu (30/11/2025).
Investigasi kontak dilakukan baik kepada anggota keluarga serumah maupun kontak erat, untuk diarahkan menjalani skrining TBC melalui pemeriksaan TCM atau Tes Mantoux.
Ia menyebut bahwa pendampingan tidak hanya dilakukan tenaga kesehatan, tetapi juga lintas program dan lintas sektor, seperti tim kesehatan lingkungan, gizi, dan kader TBC dari Konsorsium Penabulu.
Namun, Didik mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan. Di antaranya, ketidaksesuaian alamat domisili pasien, kurangnya kepatuhan minum obat, serta penolakan skrining dari kontak erat.
“Kadang pasien tidak rutin minum obat sehingga berisiko resisten atau kebal obat. Kontak erat sering menolak periksa karena merasa sehat, padahal potensi tertular sangat tinggi. Ini memerlukan edukasi berkelanjutan,” ujarnya.
Dukungan keluarga dan lingkungan menjadi kunci keberhasilan terapi. Puskesmas mendorong anggota keluarga menjadi PMO (Pemantau Minum Obat) dan menggandeng RT serta kader kesehatan untuk membantu edukasi warga sekitar.
Sebagai pesan penting, Didik mengajak pasien dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap penyakit yang mudah menular ini.
Untuk pasien TBC, konsisten minum obat sampai tuntas, menerapkan etika batuk dan memakai masker, dan menjaga pola makan bergizi dan hidup bersih.
Untuk masyarakat dan kontak erat tidak perlu takut dan segera melakukan pemeriksaan (gratis di Puskesmas), segera skrining bila memiliki keluhan batuk berkepanjangan, hingga mendukung upaya pencegahan agar penyebaran TBC dapat dihentikan.
Selain pengobatan, Puskesmas Baru Tengah juga mengampanyekan gaya hidup sehat melalui konsumsi gizi seimbang, olahraga, membuka ventilasi rumah, imunisasi BCG untuk anak, dan menghindari rokok.
“Siapa saja bisa tertular, tapi tidak semua menjadi sakit. Deteksi dini dan kepatuhan minum obat adalah kunci pemutusan penularan,” tegas Didik.
Melalui langkah komprehensif ini, Puskesmas Baru Tengah berharap angka kesembuhan meningkat dan penularan TBC di lingkungan masyarakat dapat ditekan. (*)