IKNBISNIS.COM, KUTAI KARTANEGARA – PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) telah meresmikan fasilitas hazardous waste storage atau penyimpanan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Kelurahan Pendingin, Kabupaten Kutai Kartanegara. Fasilitas yang merupakan bagian dari pengembangan PPLI Shorebase Pendingin ini dirancang untuk memperkuat layanan pengelolaan limbah B3, terutama bagi sektor minyak, gas, dan maritim di wilayah Kalimantan Timur.

Acara peresmian dihadiri oleh perwakilan pelanggan dan mitra bisnis PPLI dari Grup Pertamina, PT Badak NGL, serta unsur pemerintah daerah setempat seperti Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Lingkungan Hidup Kutai Kartanegara, dan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika).

Presiden Direktur PT PPLI, Yoshiaki Chida, menegaskan bahwa fasilitas ini dibangun dengan mengutamakan aspek keselamatan, kepatuhan regulasi, dan prinsip keberlanjutan lingkungan.

“PPLI Shorebase Pendingin dirancang sebagai fasilitas penyimpanan limbah B3 yang aman, efisien, dan terintegrasi. Kehadirannya merupakan wujud komitmen PPLI dalam mendekatkan layanan pengelolaan limbah kepada industri, sekaligus memastikan seluruh proses dilakukan sesuai standar nasional dan internasional,” terang Yoshiaki Chida, dalam siaran pers, Rabu (21/1/2026).

Fasilitas ini memiliki luas gudang sekitar 3.600 meter persegi dengan kapasitas penyimpanan mencapai 4 ribu ton limbah B3 per bulan. Lokasinya yang berada di tepi Sungai Mahakam memberikan keunggulan logistik, memudahkan pengangkutan limbah menggunakan tongkang sehingga lebih efisien dan terkendali.

Melalui konsep one-stop service, PPLI Shorebase Pendingin menawarkan layanan terintegrasi mulai dari penerimaan, penyimpanan, hingga pengiriman limbah B3 ke fasilitas pengolahan yang berizin. Hal ini bertujuan memastikan seluruh rantai pengelolaan limbah berjalan secara aman dan sesuai regulasi.

Ke depan, PPLI berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan, termasuk mengolah limbah dari proses pengeboran, kilang minyak, dan industri lainnya dengan teknologi tinggi di lokasi ini. Inisiatif ini ditargetkan dapat memotong biaya logistik dan mendukung keberlanjutan pengelolaan limbah di berbagai sektor di Kalimantan.

Menanggapi hal ini, Officer Environment Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), Aldito, menyatakan bahwa kehadiran fasilitas ini sangat membantu operasional mereka.

“Secara operasional kami cukup terbantu dengan adanya fasilitas ini. Sebelumnya limbah harus langsung diangkut ke Bogor, namun kini dapat ditampung terlebih dahulu hingga 90 hari,” tuturnya.

Selama ini, tantangan utama pengelolaan limbah B3 di Kalimantan Timur adalah sebaran lokasi operasional penghasil limbah yang berjauhan, sehingga menimbulkan kendala logistik.

Dengan hadirnya fasilitas ini, efektivitas layanan diharapkan semakin optimal, memberikan kemudahan akses dan jaminan pengelolaan limbah yang berkelanjutan bagi para pelaku industri. (*)

By TJakra