
IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Puskesmas Baru Ilir melaksanakan kegiatan TPP atau Tempat Pengolahan Pangan untuk memastikan keamanan pangan dan higienitas makanan yang dijual di wilayah Baru Ilir.
Diketahui, pemeriksaan dilakukan melalui kunjungan langsung ke rumah makan, restoran, dan pedagang kaki lima.
Kegiatan TPP merupakan proses penilaian terhadap sarana pengolahan pangan untuk memastikan makanan diolah, disimpan, dan didistribusikan sesuai standar kesehatan.
Adapun pemeriksaan meliputi sanitasi, kebersihan peralatan, sumber air, fasilitas cuci tangan, pemisahan bahan mentah dan matang, serta perlindungan makanan dari kontaminasi.
“Jadi diwilayah sekitar Baru Ilir ini kami menjadwalkan juga untuk warung-warung, rumah makan, restoran, maupun pedagang kaki lima” terang Cica Rahmawati, petugas Kesehatan Lingkungan Puskesmas Baru Ilir, Sabtu (29/11/2025).
Dalam pemeriksaan, tim menemukan masih banyak pelaku usaha kuliner yang belum memenuhi standar pengolahan pangan.
“Sebagian besar sudah memenuhi syarat, tetapi ada beberapa yang belum memenuhi syarat, seperti tidak ada tempat untuk mencuci tangan, dan juga tidak ada pemilahan antara bahan baku makanan,” ujarnya kepada wartawan IKNBISNIS.COM.
Selain pendataan lapangan, Puskesmas memberikan edukasi mengenai praktik pengolahan makanan yang aman dan higienis.
“Setelah wawancara, kami biasanya memberikan sedikit informasi kepada pemilik warung, seperti ini baiknya. Jadi bentuknya edukasi juga,” katanya.
Menurut Cica, sejumlah pelaku usaha menyambut baik kegiatan yang dilakukan ini sebagai upaya dalam mengedukasi masyarakat.
“Ada yang menerima dan antusias, menanyakan sebaiknya seperti apa. Jadi kami memberikan umpan balik,” tuturnya.
Ia pun menyebut, keamanan pangan sebagai perhatian penting karena wilayah Baru Ilir dikenal sebagai kawasan wisata kuliner.
“Di wilayah ini banyak terdapat sentra kuliner, jadi kami ingin memastikan semuanya aman, terutama dari sisi higienitas, agar seluruh makanan yang dijual benar-benar layak dan aman dikonsumsi, baik bagi warga Baru Ilir maupun pengunjung dari luar,” ungkap Cica.
Ia mengungkapkan bahwa kegiatan TPP akan terus dilaksanakan secara rutin.
Hal tersebut guna meningkatkan kepatuhan pelaku usaha terhadap standar higienitas dan mencegah risiko keracunan makanan serta penyakit bawaan makanan.
Melalui upaya ini, Puskesmas Baru Ilir berharap meningkatkan kualitas pelayanan publik dan perlindungan kesehatan masyarakat melalui pengawasan langsung dan pembinaan pelaku usaha kuliner. (*)