
IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Meski pelaksanaan Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) Puskesmas Baru Tengah selama ini berjalan dengan baik, sejumlah tantangan masih kerap muncul dan mempengaruhi kelancaran kegiatan di lapangan.
Tenaga Promkes, Suksesy Putri Pirade, menjelaskan bahwa hambatan paling mendasar terletak pada keterbatasan waktu serta jumlah sumber daya manusia (SDM) yang tersedia.
“Kader harus melayani banyak warga dalam waktu singkat. Hal ini membuat pelaksanaan kadang terhambat, terutama saat jumlah peserta yang hadir meningkat,” katanya kepada IKNBISNIS.COM, Senin (17/11/2025).
Selain persoalan keterbatasan kader, minimnya ketersediaan alat pemeriksaan seperti tensimeter, alat cek gula darah, hingga formulir pencatatan juga menjadi kendala teknis yang tidak bisa diabaikan.
Keterbatasan tersebut, lanjut Suksesy, menjadi tantangan yang harus segera diatasi agar layanan Posyandu ILP tetap optimal dan mampu menjangkau seluruh masyarakat secara efektif.
“Adakalanya peralatan terbatas sehingga pemeriksaan harus dilakukan bergantian,” jelas Suksessy.
Ia juga mengungkapkan bahwa kehadiran warga menjadi tantangan tersendiri dalam jangka panjang.
Meski antusiasme cukup tinggi, konsistensi masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup sehat belum sepenuhnya stabil.
Sebagian warga masih mengalami kesulitan mempertahankan rutinitas aktivitas fisik, pola makan seimbang, serta menghentikan kebiasaan merokok.
Faktor eksternal seperti cuaca ekstrem turut berpengaruh. Hujan deras kerap menghambat kegiatan, terutama karena beberapa posyandu masih memanfaatkan area terbuka atau semi-terbuka sebagai lokasi layanan.
“Jika hujan, warga lebih sulit hadir. Kegiatan pun bisa tertunda,” sebutnya.
Meski begitu, Puskesmas Baru Tengah terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan Posyandu ILP melalui penguatan kapasitas kader, peningkatan sarana pendukung, serta edukasi kesehatan secara berkelanjutan.
Suksessy berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, deteksi dini, dan perubahan perilaku sebagai fondasi menjaga kesehatan jangka panjang. (*)