IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Kecamatan Balikpapan Barat menyelenggarakan Lomba Bayi Balita Sehat Indonesia tingkat kecamatan tahun 2025 pada Sabtu (29/11/2025).

Kegiatan tersebut digelar sebagai agenda rutin tahunan untuk mencari bayi dan balita sehat terbaik yang akan menjadi perwakilan Kecamatan Balikpapan Barat ke tingkat Kota Balikpapan.

Peserta berasal dari enam kelurahan yang berada dalam wilayah administrasi Kecamatan Balikpapan Barat.

Adapun, masing-masing kelurahan mengirimkan dua bayi dan dua balita, sehingga jumlah peserta diperkirakan mencapai 24 anak. Pendaftaran masih berlangsung hingga penutupan resmi pada hari yang sama.

“Ini rutin dilakukan setiap tahun untuk mencari bayi balita sehat di tingkat kecamatan,” ucap dr. Erika Nina Sembiring, Pimpinan Puskesmas Baru Ilir yang ditemui di lokasi lomba.

Ia menjelaskan bahwa jadwal pelaksanaan tahun ini sudah disesuaikan dengan kalender kegiatan kesehatan kecamatan.

Mengenai jumlah peserta, dr. Erika menyebut bahwa angka tersebut masih bersifat sementara.

“Ini dari kita kan mengharapkan ini, tapi tidak semua hadir ya. Kayaknya 24 ini belum, karena ini masih belum ditutup pendaftarannya,” ucapnya.

Dalam lomba ini, Puskesmas Baru Ilir berperan sebagai juri dan bagian dari tim penilai bersama unsur kecamatan. Penilaian dilaksanakan berdasarkan kriteria kesehatan dan perkembangan anak yang disusun secara sistematis.

“Untuk penilaiannya ada kriteriannya dari administrasi, dari tabel ayah ibu, tabel anak, dari gizi, dari kesehatan umumnya, kesehatan gigi mulut, dan psikologi bayi balita,” jelas dr. Erika.

Ia menegaskan bahwa aspek yang dinilai tidak hanya kondisi fisik, tetapi juga faktor lingkungan keluarga dan perkembangan psikologis anak.

Adanya proses penilaian tersebut, panitia lomba akan memilih juara 1, 2, dan 3 untuk kategori bayi, serta juara 1, 2, dan 3 untuk kategori balita.

“Masing-masing kategori akan dipilih juara satu sampai tiga,” katanya.

Ia mengungkapkan terkait peserta yang terpilih akan menjadi perwakilan Balikpapan Barat pada lomba tingkat kota.

Selain sebagai proses seleksi, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi bagi keluarga mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang secara berkala.

“Dengan adanya lomba ini, semoga lebih memberikan semangat bagi orang tua untuk memperhatikan kesehatan bagi bayi dan balitanya sehingga kesehatan bayi dan balitanya itu benar-benar ideal sesuai umur,” tukas dr. Erika.

Ia kembali menekankan manfaat kegiatan ini bagi peningkatan kesadaran masyarakat.

“Kami ingin masyarakat sehat. Ini yang dicari,” tekannya.

Seluruh proses penilaian akan direkap dan diumumkan setelah rangkaian lomba selesai. Para pemenang diharapkan dapat menjadi contoh penerapan pola asuh dan kesehatan anak di lingkungan masing-masing. (*)

Penulis: TJakra