
IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Puskesmas Baru Ilir melaksanakan kegiatan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas umum di wilayah Baru Ilir sepanjang tahun 2025.
Program tersebut bertujuan memastikan kesehatan dan keamanan lingkungan belajar, sekaligus mendeteksi potensi risiko penyakit berbasis lingkungan.
IKL merupakan kegiatan penilaian kondisi fisik dan sanitasi suatu fasilitas untuk memastikan terpenuhinya standar kesehatan lingkungan.
Pemeriksaan mencakup aspek kebersihan, pengelolaan sanitasi, keamanan bangunan, serta faktor yang dapat memengaruhi kesehatan masyarakat.
“IKL itu kami ada beberapa tempat, seperti masjid dan sekolah. Kemarin kami juga sempat melakukan penyuluhan kantin sehat bersama Dinas Kesehatan di SDN 007 Balikpapan Barat,” kata Tenaga Kesehatan Lingkungan Puskesmas Baru Ilir Cica Rahmawati, Sabtu (29/11/2025).
Sepanjang 2025, kegiatan IKL telah dilaksanakan di delapan sekolah pada tahap pertama pelaksanaan. Pemeriksaan meliputi kebersihan lingkungan sekolah, pengelolaan toilet, kenyamanan ruang belajar, keamanan fisik bangunan, serta kondisi fasilitas cuci tangan.
“Kami mengecek kebisingan, pencahayaan ruangan kelas, mengecek ada jentik nyamuk ditoilet, bangunannya seperti apa, seperti tangganya memenuhi syarat atau ada pegangan handrailnya atau tidak, mengecek ada binatang pengganggu seperti kecoa dan tikus tidak,” jelas perempuan yang akrab disapa Cica itu.
Dari hasil pemantauan, sebagian besar sekolah telah memenuhi syarat kesehatan lingkungan.
Namun, sebutnya, masih ditemukan sejumlah catatan terkait pengelolaan sampah dan sanitasi.
“Masih ada yang belum menerapkan tempat penyimpanan sementara sampah. Jadi masih ada sekolah yang cara pengelolaannya dibakar, itu kan seharusnya tidak boleh dilakukan” terangnya.
Selain inspeksi sarana fisik, tim Puskesmas Baru Ilir juga melakukan edukasi mengenai kantin sekolah sehat dan standar keamanan pangan untuk mencegah penyakit bawaan makanan di lingkungan pendidikan.
Pada November 2025, IKL dijadwalkan berlanjut ke fasilitas lain, termasuk Sekolah Badan Amal Balikpapan Barat dan SDN 007 Balikpapan Barat.
“Program ini rutin dilakukan untuk melihat bagaimana kondisi lingkungan dan sanitasinya, apakah sudah sesuai standar atau masih ada yang perlu diperbaiki,” ungkap Cica.
Dengan adanya IKL, Puskesmas berharap dapat memperkuat upaya deteksi dini risiko kesehatan, mendorong sekolah menjaga sanitasi secara mandiri, dan memastikan ruang belajar aman bagi anak-anak.
“Kami ingin memastikan lingkungan yang sehat untuk warga, terutama untuk siswa sekolah. Itu penting untuk mencegah penyakit dari lingkungan yang kurang sehat,” tuturnya.
Cica mengungkapkan bahwa program IKL menjadi bagian dari komitmen Puskesmas Baru Ilir dalam menjaga kesehatan masyarakat melalui pemantauan berkala dan tindak lanjut perbaikan sarana publik. (*)