
IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Sebanyak 15 SMP swasta yang bermitra dengan Pemerintah Kota Balikpapan berhasil menampung hampir 1.000 peserta didik.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, yang juga menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh lulusan SD tetap mendapatkan akses pendidikan meski daya tampung sekolah negeri masih terbatas.
Irfan menilai kerja sama dengan sekolah swasta juga jauh lebih efisien dibandingkan membangun unit sekolah baru yang membutuhkan anggaran besar.
“Sekolah swasta sangat membantu. Dari sisi wilayah sekolah negeri kita belum memadai, pemerataannya juga belum merata.
Dibandingkan membangun SMP baru yang membutuhkan anggaran sekitar Rp20 miliar hingga Rp25 miliar, kerja sama dengan sekolah swasta jauh lebih efektif,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).
Irfan mengungkapkan, melalui kerja sama dengan 15 SMP swasta, Pemkot Balikpapan hanya mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 miliar hingga Rp4 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk membiayai uang pangkal dan SPP siswa yang diterima melalui program kerja sama.
Kebijakan tersebut, lanjut dia, tidak hanya mampu menghemat anggaran daerah, tetapi juga menjadi solusi cepat untuk mengatasi tingginya kebutuhan ruang belajar di tingkat SMP.
“Kalau ditanya maksimal atau tidak, saya katakan sangat maksimal. Hampir 1.000 siswa-siswi kita dapat tertampung di sekolah-sekolah swasta yang bekerja sama dengan pemerintah,” ucapnya.
Selain itu, pada 2025 hanya terdapat 13 sekolah yang bekerja sama, tahun ini jumlah sekolah swasta yang bermitra mengalami peningkatan menjadi 15 sekolah.
Disdikbud tidak serta-merta menunjuk sekolah swasta sebagai mitra. Seluruh sekolah terlebih dahulu melalui proses verifikasi untuk memastikan kualitas layanan pendidikan yang diberikan memenuhi standar.
“Kami mengecek kesiapan infrastruktur sekolah, ruang belajarnya, kemudian kesiapan sumber daya manusianya. Guru-gurunya juga kami lihat apakah memadai dan linier dengan mata pelajaran yang diajarkan. Jadi tidak asal bekerja sama,” paparnya.
Selain memperluas kemitraan dengan sekolah swasta, Disdikbud juga terus memperhatikan kondisi infrastruktur pendidikan. Menanggapi keluhan masyarakat terkait akses menuju salah satu sekolah yang masih berupa jalan tanah, Irfan mengatakan pihaknya telah menyurati Dinas Pekerjaan Umum (PU) agar segera melakukan pengaspalan. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)