IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, memastikan ketersediaan beras bagi warga tetap terjaga hingga akhir tahun. Pernyataan ini ia sampaikan sebagai respons atas gejolak kenaikan harga beras yang masih terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

Haemusri Umar menyampaikan cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersimpan di Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara masih dalam kondisi cukup.

Ia mengungkapkan, saat ini stok CBP mencapai sekitar 22 ribu ton. Menurutnya, jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat Balikpapan dalam beberapa bulan ke depan.

“Cadangan beras pemerintah masih sangat aman. Masyarakat tidak perlu khawatir atau membeli beras secara berlebihan karena pasokan dipastikan tersedia hingga penghujung tahun,” kata dia kepada media, Rabu (22/7/2026).

Kenaikan harga beras yang terjadi belakangan, lanjut Haemusri, bukan disebabkan berkurangnya stok di gudang Bulog. Fluktuasi harga dinilainya lebih dipengaruhi kondisi pasar nasional, termasuk meningkatnya biaya distribusi dan pergerakan harga dari daerah pemasok.

Disdag terus berkoordinasi dengan Bulog, distributor, serta pelaku usaha agar distribusi beras ke pasar tradisional maupun ritel modern demi menjaga stabilitas pasokan tetap berjalan lancar.

“Kami memantau perkembangan harga setiap hari. Jika ditemukan lonjakan yang tidak wajar, pemerintah akan segera mengambil langkah pengendalian, termasuk menggelar operasi pasar bila diperlukan,” ujar dia.

Operasi pasar, tambah Haemusri, menjadi salah satu strategi yang telah disiapkan pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga dan juga membantu mempertahankan daya beli masyarakat apabila terjadi gejolak di pasaran.

Karenanya, ia mengimbau masyarakat agar tetap bijak berbelanja sesuai kebutuhan. Menurutnya, aksi memborong beras hanya akan mengganggu distribusi dan berpotensi memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.

“Stok beras yang tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena itu, kami mengimbau masyarakat agar membeli sesuai kebutuhan,” tuturnya.

Meski harga nasional masih berfluktuasi, Disdag Balikpapan meyakinkan bahwa semua pihak terkait telah berada dalam satu koordinasi yang solid. Dengan stok yang aman dan strategi intervensi yang siap dijalankan, pemerintah kota optimistis dapat mengendalikan situasi dan melindungi kepentingan masyarakat. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)