
IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Kegiatan puncak peringatan Hari Aksara Internasional 2026 berlangsung meriah di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Kamis (10/9/2026).
Acara yang juga menjadi bagian dari Festival Pendidikan Nonformal (PNF) Fest 2026 ini diisi berbagai lomba yang digelar satuan pendidikan nonformal (SPNF) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kota Balikpapan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh penyelenggara. Menurutnya, kegiatan ini sepenuhnya digagas dan dilaksanakan oleh rekan-rekan di SPNF dan PKBM dengan semangat kebersamaan. Meskipun menghadapi keterbatasan anggaran akibat kurang salur dana transfer daerah, mereka tetap mampu menyelenggarakan acara secara mandiri dalam pengelolaannya.
“Ini menjadi bukti kekompakan SPNF dan PKBM se-Kota Balikpapan. Sebagai Kepala Dinas, saya mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan hari ini,” ujar Irfan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Balikpapan atas komitmennya yang terus menempatkan pendidikan sebagai program prioritas.
Irfan menegaskan, hak-hak program pendidikan tetap terjamin meski kondisi keuangan daerah memprihatinkan. Seragam sekolah, dana SPP gratis bagi sekolah swasta yang bekerja sama dengan dinas (termasuk 15 SMP swasta), serta gaji dan tamsil guru tetap aman sepanjang 2026.
“Jangan khawatir atas komitmen Wali Kota untuk dunia pendidikan,” katanya kepada para guru dan tenaga kependidikan yang hadir.
Kepada anak-anak didik SPNF dan PKBM, Irfan memberi pesan agar tidak pesimis. Ia mencontohkan salah satu alumni SKB Balikpapan Timur yang kini menjabat Wakil Bupati Kutai Kartanegara.
“Hak yang sama juga bisa didapatkan anak-anak kita meski lulus dari PKBM atau SPNF,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Balikpapan, dr. H. Rahmad Mas’ud yang juga menghadiri acara ini, turut mengapresiasi kontribusi para tutor dan tenaga pendidik. Ia mengajak semua pihak mendoakan agar upaya mewujudkan generasi emas 2045 dapat terwujud. Sebagai beranda Ibu Kota Nusantara, Balikpapan dituntut terus menghasilkan sumber daya manusia unggul, kompetitif, dan berkarakter.
Menurut Wali Kota, tantangan buta aksara kini tidak lagi terbatas pada ketidakmampuan membaca teks cetak, tetapi juga literasi digital. Konsep pendidikan tanpa batas menjadi kunci agar tidak ada warga yang tertinggal. Ia menekankan bahwa pendidikan dan kesehatan menjadi dua program prioritas yang saling terkait.
“Kami ingin semua warga mendapatkan pelayanan kesehatan gratis melalui BPJS. Mudah-mudahan ke depan keuangan lebih baik sehingga bukan hanya kesehatan, tetapi juga pendidikan dari PAUD hingga S3 bisa digratiskan bagi warga Kalimantan Timur,” harapnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Bank Kaltimtara melalui program CSR di bidang pendidikan dan berharap kontribusi tersebut terus ditingkatkan.
Acara ini menjadi bukti bahwa semangat penyelenggaraan pendidikan nonformal di Balikpapan tetap tinggi meski dihadapkan pada tantangan anggaran. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)