
IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Hangatnya suasana kekeluargaan terasa kuat di Gang Batu Arang, Jalan 21 Januari, Kelurahan Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat, pada Kamis (26/2/2026).
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menggelar acara buka puasa bersama di rumah masa kecilnya, mengundang keluarga besar, warga setempat, serta sejumlah tokoh agama.
Momen istimewa ini menjadi ajang nostalgia sekaligus silaturahmi. Hadir pula dua kakak Rudy Mas’ud, yaitu Hasanuddin Mas’ud yang menjabat Ketua DPRD Kaltim dan Rahmad Mas’ud selaku Wali Kota Balikpapan.
Nampak ratusan warga dengan antusias memadati lokasi, tak hanya untuk berbuka bersama, tetapi juga untuk bertemu dan bersilaturahmi langsung dengan para pemimpin yang berasal dari lingkungan yang sama.
Acara berlangsung khidmat dengan pelaksanaan salat Magrib hingga Tarawih berjamaah. Ketiga tokoh tersebut tampak berbaur dengan warga, duduk berdampingan, menyapa satu per satu dalam suasana akrab tanpa jarak.
Dalam sambutannya, Rudy Mas’ud terlihat terharu saat mengenang Kampung Baru sebagai awal mula perjalanan hidup dan perjuangan mereka bertiga.

“Di sinilah kami tumbuh, bersekolah, dan belajar tentang kehidupan. Jangan pernah minder menjadi anak Kampung Baru. Semua punya kesempatan yang sama untuk berhasil,” kata dia.
Rudy juga menyampaikan beberapa program unggulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, seperti pendidikan gratis mulai dari tingkat SMA hingga perguruan tinggi, insentif bagi guru dan marbot masjid, bantuan administrasi pembelian rumah, serta jaminan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu.
Menurutnya, pengabdian yang dijalani saat ini adalah wujud tanggung jawab sosial sekaligus ladang ibadah, terutama karena ia ingin terus mengabdi di tanah kelahirannya meski telah lama berkiprah di berbagai tempat.
Dalam kesempatan itu, Hasanuddin Mas’ud menyampaikan rasa syukur karena bisa berkumpul kembali dalam keadaan sehat. Ia menjelaskan bahwa tradisi buka puasa di rumah orang tua mereka digelar secara rutin sebagai bentuk penghormatan terhadap doa dan perjuangan yang bermula dari tempat itu.
“Dari rumah inilah doa-doa dipanjatkan dan perjuangan dimulai. Karena itu kami ingin terus kembali ke titik nol, menjaga silaturahmi dengan sederhana, mengajak semua orang dan seluruh keluarga untuk menjalin silaturahim dengan cara yang sederhana. Jadi mohon maaf kalau dalam pelaksanaannya banyak kekurangan,” ucap Hasanuddin.
Acara ini tak hanya menjadi ajang berbuka puasa, tetapi juga pengingat bahwa kesuksesan tak mengenal latar belakang, serta pentingnya terus menjaga tali silaturahmi dengan akar dan lingkungan asal. (*)