IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan, Adamin Siregar mengungkapkan bahwa pihaknya mencatat sebanyak 3.900 pencari kerja menghadiri Job Fair 2026 yang digelar beberapa waktu lalu. Walaupun animo masyarakat tergolong tinggi, hasil final perekrutan tenaga kerja belum dapat dipastikan.

Adamin menyebutkan bahwa proses seleksi masih berlangsung di masing-masing perusahaan, sehingga angka pelamar yang diterima bekerja belum bisa dirilis.

“Jumlah yang datang ke Job Fair kurang lebih mencapai 3.900 orang. Untuk jumlah pelamar maupun yang diterima bekerja masih belum bisa kami sampaikan karena seluruh proses seleksi masih berlangsung di masing-masing perusahaan,” ujar Adamin, Senin (20/7/2026).

Sebanyak 86 perusahaan turut serta dalam Job Fair 2026 dengan menyediakan 2.087 lowongan kerja dari berbagai sektor. Namun, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, proses rekrutmen kali ini tidak dilakukan secara langsung di tempat. Setiap perusahaan menerapkan prosedur seleksi yang beragam, mulai dari pemeriksaan administrasi hingga serangkaian tes lanjutan.

“Setelah berkas masuk, perusahaan masih melakukan seleksi administrasi sesuai persyaratan. Jika memenuhi kualifikasi, pelamar akan mengikuti tahapan berikutnya. Karena itu hasil akhirnya belum bisa diketahui sekarang,” papar dia.

Disnaker menargetkan rekapitulasi lengkap terkait jumlah pelamar dan tingkat penyerapan tenaga kerja dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan pasca kegiatan. Data tersebut akan dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan kebijakan ketenagakerjaan berikutnya.

Adamin mengatakan, berdasarkan evaluasi pelaksanaan Job Fair tahun 2025, tingkat penyerapan tenaga kerja mencapai sekitar 48 persen dari total lowongan yang tersedia. Pada penyelenggaraan tahun ini, Disnaker berharap angka tersebut dapat meningkat hingga melampaui 50 persen.

“Kalau melihat pengalaman tahun 2025, tingkat penyerapannya sekitar 48 persen. Tahun ini kami berharap bisa di atas 50 persen. Kalau dari sekitar 2.000 lowongan dapat terserap 1.000 tenaga kerja, itu sudah menjadi capaian yang baik,” katanya.

Lebih jauh, pihaknya juga merencanakan penyelenggaraan Job Fair gelombang kedua pada akhir tahun 2026 untuk memberikan peluang lebih luas bagi masyarakat Balikpapan yang masih mencari pekerjaan.

Adamin mengungkapkan, masih terdapat sejumlah kendala yang memengaruhi tingkat penyerapan tenaga kerja.

“Secara umum ada tiga kendala utama, yaitu pendidikan formal yang belum memenuhi persyaratan, kurangnya pengalaman kerja, dan rendahnya minat terhadap beberapa jenis pekerjaan. Yang paling dominan adalah faktor minat dan pengalaman,” tutupnya. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)